Add me on Twitter
Add me on Facebook

Kata Habib Munzir Bin Fuad Al Musawa

Diposkan oleh Label: di
“Jika Allah mencintai hambanya maka cahaya Allah SWT berpijar dari penglihatannya, pendengarannya, sanubarinya, doa-doa dan munajatnya”

“Limpahan puji ke hadirat Allah SWT yang telah menghamparkan alam semesta & bumi untuk menjadi tempat sementara kita meniti tangga-tangga keluhuran dan keabadian, meniti tangga-tangga kebahagiaan, meniti tangga-tangga cinta Allah menuju kasih sayang Allah, menuju kelembutan Allah, tangga-tangga kerinduan kepada Sang Maha Abadi Sang Maha berjasa dan Maha menciptakan hambaNya membantu satu sama lain”

“Tiada nama sebelum nama Allah dan tiada nama setelah nama Allah, seluruh nama adalah makhluk di dalam samudera keagungan nama Allah SWT, Maha Tunggal dan Maha Abadi Allah, Maha menerbitkan matahari dan bulan, Maha menciptakan kehidupan dan kematian
Maha menawarkan kasih sayang dan cintaNya kepada hamba-hambaNya sepanjang siang dan malam, di saat mereka melewati hari-harinya.

Saat hambaNya terjebak dosa, Sang Maha lemah lembut tidak menutup pintuNya bagi hamba yang ingin kembali kepada kelembutanNya

Pintu rahmat Allah SWT terus terbuka menanti mereka yang ingin bertobat, maka jelanglah dan jawablah seruan Allah...

“.....Sesungguhnya segala pujian, ni’mat dan kerajaan hanyalah milik-Mu tiada sekutu bagi-Mu.”

Kami datang kepadaMu wahai Allah, datang kepada pengampunanMu, datang kepada rahmatMu, datang kepada kelembutanMu
datang kepada harapan-harapan dilimpahi anugerah olehMu, datang kepada Yang Maha melimpahi anugerah”

“yakinlah bahwa setiap kejadian mengandung rahasia hikmah ilahiyah, maka anda telah melihat ketentuan Nya, maka tinggal menanti terbit cahaya HikmahNya, jangan lupa bahwa dimanapun anda berada anda tetap dibawah kekuasaan kerajaanNya. Dia tetap Maha Raja Tunggal di sekalian alam, maka tenanglah karena penguasa kerajaan Alam ini bersama anda dimanapun berada” “Cahaya Allah bukan menerangi mata, tetapi menerangi jiwa, cahaya Allah tidak bisa dilihat mata namun dilihat jiwa”

“Walaupun ia, makan, minum, berbicara, bekerja, berumah tangga namun jiwanya tidak mau lepas lagi dari Allah , semakin sanubari mengenal Allah, semakin ia merasa seluruh alam semesta seakan tiada yang ada hanya Allah”

“Sungguh tiada hadiah lebih agung dari doa”

“Dan sungguh peristiwa yang disebut “kematian” justru itulah hakikat kehidupan yang abadi”

“Rasulullah SAW bersabda bahwa barangsiapa yg telah wafat maka ia akan melihat tempatnya kelak yang akan ia tempati
apabila ia akan mnempati sorga maka ia akan melihat surga,namun apabila ia akan menempati neraka maka ia akan melihat neraka
jika ahli kubur diperlihatkan neraka maka itu merupakan siksaan yang cukup berat walau tanpa ada siksaan kubur
Maka fahami dan renungkanlah bahwa alam keabadian itu pasti akan datang kepada kita
jika ia diperlihatkan surga di setiap pagi dan sore maka hal itu merupakan kenikmatan yang luhur sebelum menempatinya.
kehidupan setelah kehidupan telah jelas adanya bahwa ruh itu ttp hidup di alam kubur, karena yang wafat hanyalah jasad”

“Semua ucapan Rasul SAW adalah mutiara2 indah, jika berpegang teguh padanya, sungguh akan menjadi obat dalam keadaan sedih”

“Sungguh Rasulullah saw Seindah indah manusia wajah dan akhlaknya, akhlak yang terluhur mengungguli segenap akhlak”

“beruntunglah dan tiada yang lebih beruntung dari para pecinta Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam”

“Tiadalah yang lebih di takuti oleh setan, para Jin, dan Iblis melebihi hati yang berdzikir
Ketika hati sedang ingat Allah, itulah yang paling ditakuti oleh Syaitan”

“Semakin dalam kepahaman seseorang tentang Allah swt, maka semakin tinggi derajatnya, semakin mulia sujudnya Semakin mulia stiap huruf yg keluar dr lidahnya didlm berdzikir, semakin termuliakan shalatnya,semakin termuliakn ibadahnya”

“Yang paling dekat kepada Allah adalah yang paling memahami Allah, dan yg paling memahamiNya adalah Nabimu Muhammad saw.. Yang paling memahami Allah adalah yang paling mencintai Allah, dan yg paling dicintai Allah adalah sosok Rasulullah saw.. Maka dengan kecintaan terhadap Rasulullah saw adalah merupakan kesempurnaan keimanan”

“Tiada satupun dari yg hidup dimuka bumi ini hidup dg keinginannya,mereka hidup tanpa didahului keinginan mereka utk hidup, Mereka hidup karena telah didahului keinginan Yang Maha Memiliki Kehidupan”

“Tiadalah kehidupan terkecuali pasti menemui kematian, tiadalah perkumpulan terkecuali menemui perpisahan”

“Rasul saw menjelaskan, bahwa ketika hari kiamat, saat setiap huruf yang kita ucapkan dipertanggungjawabkan. Saat itu setiap manusia harus bertanggungjawab atas setiap nafasnya.."

subhanallah.... allahummashalli alaa sayyidinaa muhammad waalaa alihii wasahbihi wasallam

Cukup sampai di sini dulu yang bisa saya berikan. Semoga bisa bermanfaat sauadaraku..
Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Back to Top